.breadcrumbs{padding:0 5px 5px 0;margin:0 0 5px;font-size:11px;border-bottom:1px dotted #ccc;font-weight:normal}
Latest Movie :
Recent Movies

kemiringan

MAKALAH  STATISTIK
TEORI PELUANG                                                                                                                                                   KEMENCENGAN ATAU KECONDONGAN

DI
S
U
S
U
n
oleh:

Nama          : Safriani
Nim             : 140130047
Mk              : Statistika Industri
                                     Dosen Pembimbing         :Fatimah, ST.,MT




Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata?ala, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudulTeori Peluang “ Kemencengan atau Kecondongan”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Statistik
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah ini. 
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Lhokseumawe,  Oktober 2015















                                                                            DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1.   Latarbelakang
1.2.   Rumusan  Masalah
1.3.   Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kemiringan
2.2.Koefisien Kemencengan Pearson
2.3. Koefisien Kemencengan Bowley
2.4.Koefisien Kemencengan Persentil
2.5. Ukuran Kemiringan (skewness)
2.6. Rumus bowley
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang
 Teori peluang adalah cabang matematika yang bersangkutan dengan peluang, analisis fenomena acak. Obyek utama teori peluang adalah variabel acak, proses stokastik, dan kejadian: abstraksi matematis non-deterministik peristiwa atau kuantitas terukur yang dapat berupa kejadian tunggal atau berkembang dari waktu ke waktu dalam mode tampaknya acak. Jika koin individu melemparkan atau gulungan dadu dianggap peristiwa acak, maka jika berkali-kali mengulangi urutan kejadian acak akan menunjukkan pola-pola tertentu, yang dapat dipelajari dan diprediksi.
Dua hasil matematis representatif menggambarkan pola tersebut adalah hukum bilangan besar dan teorema limit pusat. Sebagai dasar matematika untuk statistik, teori peluang adalah penting untuk kegiatan manusia banyak yang melibatkan analisis kuantitatif set besar data.
Metode teori peluang juga berlaku untuk deskripsi sistem yang kompleks diberikan pengetahuan hanya sebagian dari negara mereka, seperti dalam mekanika statistik. Sebuah penemuan besar fisika abad kedua puluh adalah sifat peluang fenomena fisik pada skala atom, dijelaskan dalam mekanika kuantum . Dalam makalah ini saya akan menjelaskan tentang kemencengan atau kecondongan (Skewness) dan rumus-rumusnya  misalnya Rumus Pearson ,Rumus Momen , dan Rumus Bowley           

1.2  Rumusan Masalah

·         Apakah pengertian  kemiringan?
·         Bagaimana rumus kemiringan?
     
1.3  Tujuan
o   Untuk memenuhi tugas dari dosen pada mata kuliah Statistika
o    Agar pembaca mengerti apa maksud  dan rumus dari Kemiringan atau kecondongan
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Pengertian Kemiringan
Kemencengan atau kecondongan (skewness) adalah tingkat ketidaksimetrisan
atau kejauhan simetri dari sebuah distribusi. Sebuah distribusi yang tidak simetris akan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxppZQwAhPifXHoYtulkw4yNLu2THQ31HGDjAxbrldBYcpz85eOqHFi67DdXg7dyl1dDSHfiY5eYwirW1R7CHcDK0dfLF5uI9ob7VrbIK0xra4-iluGsySV0sLueTDKtgGoTzcU6djqVo/s1600/Z4.jpg
memiliki rata-rata, median, dan modus yang tidak sama besarnya  sehingga distribusi akan terkonsentrasi pada salah satu sisi dan kurvanya akan menceng.
Jika distribusi memiliki ekor yang lebih panjang ke kanan daripada yang ke kiri
maka distribusi disebut menceng ke kanan atau memiliki kemencengan positif.
Sebaliknya, jika distribusi memiliki ekor yang lebih panjang ke kiri daripada yang ke
kanan maka distribusi disebut menceng ke kiri atau memiliki kemencengan negatif.
Berikut ini gambar kurva dari distribusi yang menceng ke kanan (menceng
positif) dan menceng ke kiri (menceng negatif).


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj-imTOWd_nXwHQQTFfu1RA2xVc0SDQ_WRvI8LRlk0qhBVt9zOw466NcQfbcKsjA8LhxtAv0Y8oZ1jYOJgx0hCFkJ6jPSaK3rzGxJLFpj2kUfE7mt-6AqWjkC-AyJLiAlmIxM4d5SCAjk/s1600/i.png

Untuk mengetahui bahwa konsentrasi distribusi menceng ke kanan atau menceng ke kiri, dapat digunakan metode-metode berikut :



2.2.   Koefisien Kemencengan Pearson

Koefisien Kemencengan Pearson merupakan nilai selisih rata-rata dengan modus dibagi simpangan baku. Koefisien Kemencengan Pearson dirumuskan sebagai berikut:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnFnl6dvk9wICv3RGLgvdILy3hQvxwzr_i5dFjz_FaUceNpskhJRC8r8FSC5xvbHnSJOOgypdtj5jB5SV-gcAoMcjHJ6GjMN7DIoAkPgEHnhppKOGS23juO8axGANzG9c7bZCceUSszYA/s1600/j.png
Keterangan :
Sk = koefisien kemencengan pearson
Aoabila secar empiris didapatkan hubungan antarnilai pusat sebagai:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_-ECR6DMCirivHtffxDZRq6NBYYJSikF1X-IchWdsYK9RwaBO1itznCiDyeoC51Nd4inK7cdqPghWCNSHzJilT9NbW5jQzKGLNyTV8CU4AA01Hi3yKvEV3y6Yxty-Q5E-OR6JJNew5xM/s1600/k.png
Maka rumus kemenccengan diatas dapat dirubah menjadi:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhww6JkufyGdvhd3WezDVsGdj4ZdJAWVBlf1FTlkd8Nw5MKicE2O5St-zLJ1T5RarK8UReQbNqMd5WIXbO68JaRSD7fJDOcK_6dBd7CJ2GI5gW5GLQsPKrSmOJdtdU2CLk66M3-7jFb9iQ/s1600/l.png
Jika nilai sk dihubungkan dengan keadaan kurva maka:
1)      Sk =0                      kurva memiliki bentuk simetris
2)      Sk>0                      Nilai-nilai terkonsentrasi pada sisi sebelah kanan (  terletak di sebelah kanan Mo), sehingga kurva memiliki ekor memanjang ke kanan, kurva menceng ke kanan atau menceng positif;
3)      sk< 0                      Nilai-nilai terkonsentrasi pada sisi sebelah kiri (terletak di sebelah kiri Mo), sehingga kurva memiliki ekor memanjang ke kiri, kurva menceng ke kiri atau menceng negatif.
Contoh soal :
Berikut ini adalah data nilai ujian statistik dari 40 mahasiswa sebuah universitas.
Nilai Ujian Statistika pada Semester 2, 2010



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4Las3GWK3nqskF0KZZL5Ac-YrsKsENbY6sEbe_9Aom384qg5VRbPDtEeR5He14Q2yW0oo49fxrWzdZcJiC5Pz9DYotWYWa2KHZEHraNGo1LmEiu6m-cewvAhVV-sPwTIhL-9JvCOII90/s1600/m.png
a) Tentukan nilai sk dan ujilah arah kemencengannya (gunakan kedua rumus tersebut) !
b) Gambarlah kurvanya !
Penyelesaian:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2IbdN-EMAxhLeknaNu9IvUvAL-9w2GZDcn64N4pvwCjjESt90u0kytzeTC0y2ooNGw8AtjdXZyJnXnxlXxK3Hx7VTNAju8q5EgeKkddoJFFG0CzBEg6aUEn_QDnUSE6R3tMyy2mVJVGE/s1600/n.png


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGKfDsCjfu5cAjiyDQo9t3TO-4S7JfTfEPrQBKdYlOVGBsJTS4bLrwFKLAguy3j6LPAq9X-rgVYgX0vJfBr1IMv9WnDPzUGEQM8YwWj95x7rjHMFNZ5xIdDOtiSD-gUe82KOvSPnLKISA/s1600/o.png

Oleh karena nilai sk-nya negatif (-0,46) maka kurvanya menceng ke kiri atau menceng negatif.
b. Gambar kurvanya :     

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixRHcq4yEXMOuq1M8n8ra_JtVgov-7cRadO4VJPDmq_3zVeb5KOHMxuV7wuNMgrzKF7a4fp6P1yV4NKa97f3Nt5lNB9skPqpfUeO-twTMzWj9_gCHA1iQ6KIg5lDg_hV5vSdDtwqE03Ps/s1600/p.png

2.3. Koefisien Kemencengan Bowley
Koefisien kemencengan Bowley berdasarkan pada hubungan kuartil-kuartil (Q1, Q2 dan Q3) dari sebuah distribusi. Koefisien kemencengan Bowley dirumuskan :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8Brb5rlOhiG2h3eIevp4BFLY86oPat-svKQoHzBO48FoazelRbTJlziurwEP0W-WrB-WkFzx2B3aeDrpoMp4inAsIiIx1Me-K0we6jMIs9cstPn4S6rejmStJ7QceCYQgeMSy0uFvLrs/s1600/Q.jpg
Koefisien kemencengan Bowley sering juga disebut Kuartil Koefisien
Kemencengan.Apabila nilai skB dihubungkan dengan keadaan kurva, didapatkan :
1) Jika Q3 – Q2 > Q2 – Q1 maka distribusi akan menceng ke kanan atau menceng secara
positif.
2) Jika Q3 – Q2 < Q2 – Q1 maka distribusi akan menceng ke kiri atau menceng secara
negatif.
3) skB positif, berarti distribusi mencengke kanan.
4) skB negatif, nerarti distribusi menceng ke kiri.
5) skB = ± 0,10 menggambarkan distribusi yang menceng tidak berarti dan skB> 0,30
menggambarkan kurva yang menceng berarti.
Contoh soal :
Tentukan kemencengan kurva dari distribusi frekuensi berikut :
Nilai Ujian Matematika Dasar I dari 111 mahasiswa, 1997

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHpKxOG6Ngv-bT9w_UTFVGNrUDHXIf4R2MTaoiYkVIPxOxy_CB_x6AfKqYBEM7bap93qjLt1tgUHdtLv00oiRtzoeVM3H5aHmvCreEShlLltkMxjYqWbq7kjlCLBtFFGUdbGqejs_W_6U/s1600/R.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibD0qJhzEjcuccjIoqE_BvcQsI0O4Kx_0wdqL4N3Zaqidi2BLvXRN9lLL2Igi5ztZc3m9jNRUbaKuqp1IAMwQbgK4N_2BzHwlKzSfwPYLZKacbcljsHulmiPiJU_glIR3ltjxwuQz8IJ4/s1600/S.jpg
Karena skB negatif (=−0,06) maka kurva menceng ke kiri dengan kemencengan yang berarti.
2.4 Koefisien Kemencengan Persentil
Koefisien Kemencengan Persentil didasarkan atas hubungan antar persentil (P90,P50 dan P10) dari sebuah distribusi. Koefisien Kemencengan Persentil dirumuskan :\
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuKU5drAtLu8wQ-N7a7kjU-LQQPQzoMagZw6QFBTomuo-gQTcVmu3jKFMuqAqtViTIqkLqVur_khqlgeGFzyED9O90RFEwThsvwNyaSn8Gulu3rIIYROuiUy6s_1M18TwNXcnP29VxTA8/s1600/T.jpg

Keterangan :
skP = koefisien kemecengan persentil , P = persentil
4. Keofisien Kemencengan Momen
Koefisien Kemencengan Momen didasarkan pada perbandingan momen ke-3
dengan pangkat tiga simpang baku. Koefisien menencengan momen dilambangkan
dengan α3. Koefisien kemencengan momen disebut juga kemencengan relatif.
Apabila nilai α3dihubungkan dengan keadaan kurva, didapatkan :
1) Untuk distribusi simetris (normal), nilai α3= 0,
2) Untuk distribusi menceng ke kanan, nilai α3 = positif,
3) Untuk distribusi menceng ke kiri, nilai α3= negatif,
4) Menurut Karl Pearson, distribusi yang memiliki nilai α3> ±0,50 adalah distribusi
yang sangat menceng
5) Menurut Kenney dan Keeping, nilai α3 bervariasi antara ± 2 bagi distribusi yang menceng.
Untuk mencari nilai α3, dibedakan antara data tunggal dan data berkelompok.
a. Untuk data tunggal
Koefisien Kemencengan Momen untuk data tunggal dirumuskan :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihaZjMO2im3upF95mOIenrUGJvR7GQ0C1ya0PvKvOd0XMuP5p3PKE-9oPCqS4MBU24TrixrKT5hn6ZmOUHaNjQvd8lRIBXyZLXwTUoS7iC3TTicFXAT6FH0tWZXASHtuNngGTFuyndRDE/s1600/U.jpg
α3 = koefisien kemencengan momen
b. Untuk data berkelompok
Koefisien kemencengan momen untuk data berkelompok dirumuskan :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKe92rafyK0iJ5vV9RMlJCwO_UzPF0J_NkClAH545xHvdDsl3vKYKpzKJ3lZH_DpkYUUEhhjwna_jxY5ydm9O2SjAr1zshGA5PdvjsBSvrYmIFbOOe4vgSZPyQAqXuThVY-87rt9kha9M/s1600/V.jpg
2.5.Ukuran Kemiringan (skewness)

    Merupakan derajat atau ukuran dari ketidaksimetrisan (Asimetri) suatu distribusi data. Kemiringan distribusi data terdapat 3 jenis, yaitu :

    Simetris : menunjukkan letak nilai rata-rata hitung,
median, dan modus berhimpit (berkisar disatu
titik)
    Miring ke kanan : mempunyai nilai modus paling
kecil dan rata-rata hitung
paling besar
    Miring ke kiri : mempunyai nilai modus paling
besar dan rata-rata hitung paling kecil




Kemiringan              simetri (normal)             kemiringan                 Negatif                              positif


Untuk mengukur derajat kecondongan suatu distribusi dinyatakan dengan koefisien kecondongan (koefisien skewness).Ada tiga metode yang bisa digunakan untuk menghitung koefisien skewness yaitu :

    Rumus pearson

 = 1/S (X
̅ - Mod)   Atau  = 3/S (X ̅ – Med)



    Rumus Momen

    Data tidak berkelompok

3 = 1/
〖nS〗^2  ∑ ( X1 X ̅ )3


    Data Berkelompok

3 = 1/
〖nS〗^3  ∑f i( mi - X ̅ )3

Keterangan
3    = derajat kemiringan
x1    = nilai data ke – i
 X
̅     = nilai rata-rata hitung
Fi    = frrekuensi nilai ke i
M1    = nilai titik tengah kelas ke-i
S    = Simpangan Baku
N    = Banyaknya data
Jika    3 = 0 distribusi data simetris
    3 < 0 distribusi data miring ke kiri
    3 > 0 distribusi data miring ke kanan
   2.6. Rumus bowley
Rumus ini menggunakan nilai kuartil :

    3 =  (Q_3+ Q_1- 2Q_2)/(Q_3- Q_1 )
Keterangan :
Q1        = kuartil pertama
Q2        = Kuartil Kedua
Q3        = Kuaril Ketiga


Cara menentukan kemiringannya :
    Jika Q3 – Q2  =  Q2 – Q1 sehingga Q3 + Q1 -2Q2 = 0 yang mengakiibatkan 3 = 0, sebaliknya jika distribusi miring maka ada dua kemungkinan yaitu Q1 = Q2 atau Q2 = Q3, dalam hal Q1 = Q2 maka 3 = 1 , dan untuk Q2 = Q3 maka 3 = -1


Ukuran kemiringan data merupakan ukuran yang menunjukan apakah penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya bersifat simetris atau tidak. Ukuran kemiringan pada dasarnya merupakan ukuran yang menjelaskan besarnya penyimpangan data dari bentuk simetris. Suat distribusi frekuensi yang miring (tidak simetris) akan memiliki nilai mean, median dan modus yang tidak sama besar (X
̅ ≠ Md ≠ Mo) sehinggan distribusi akan memusat pada salah satu sisi yaitu sisi kanan atau sisi kiri. Hal ini yang menyebabkan bentuk kurva akan miring ke kanan atau ke kiri. Jika kurva miring ke arah kanan (ekornya memanjang ke arah kiri) disebut kemiringan positif, dan jika kurva miring ke arah kiri (ekornya memnjang ke arah kanan) disebut kemiringan negatif.





Analisis kasus :
Cara perhitungan koefisien kecondongan dengan metode
Pearson dari data penghasilan keluarga
penghasila keluarga    X    f    U    fU    Fu2
10-22    16    5    -3    -15    225
23-35    29    6    -2    -12    144
36-48    42    13    -1    -13    169
49-61    55    19    0    0    0
62-74    68    11    1    11    121
75-87    81    11    2    22    484
88-100    94    5    3    15    225
Jumlah        70        ∑ fU = 8    ∑ fU2 = 1368


Sebelum menggunakan rumus terlebih dahulu dicari nilai , mean, median, dan standar deviasinya berikut ini:
Mean :
 X
̅ = A + ((∑▒〖f.U〗)/n) . i
        X
̅ = 55 + (8/70) . 3
 X
̅ = 56,485

Median :
    Med = Tkbmd + ((1/2  n-fkb)/fmd) . i

Med = 48.5 + ((35-24)/19) . 13
Med = 48.5 + 7,526
Med = 56,026



Standar Deviasi :
       
        S = i √((n∑f.U^2-(∑f.U^2))/(n(n-1)))
            S = 13 √(((70)-(1368)-(
〖8)〗^2)/(70(70-1)))
            S = 13 √19,81
            S = 57,86

Setelah kita dapatkan nilai-nilai diatas, kemudian dimasukan ke dalam rumus koefisein skewness :
α = 3/S (X
̅ - Med)

α = 3/57,86 ( 56,485 – 56,026)

α = 0,0238

dari hasil perhitungan menunjukan bahwa koefisien skewness menghasilkan nilai positif, itu berarti distribusi frekuensi mempunyai bentuk kemiringan yang positif yaitu miring ke arah kanan













                                                            BAB III
                                                         PENUTUP

    KESIMPULAN

Dari data di atas kita bisa menyimpulkan bahwa
·         Kemencengan atau kecondongan (skewness) adalah tingkat ketidaksimetrisan atau kejauhan simetri dari sebuah distribusi
·         Koefisien Kemencengan Pearson merupakan nilai selisih rata-rata dengan modus dibagi simpangan baku.
·         Koefisien kemencengan Bowley berdasarkan pada hubungan kuartil-kuartil (Q1, Q2 dan Q3) dari sebuah distribusi
·         Koefisien Kemencengan Persentil didasarkan atas hubungan antar persentil (P90,P50 dan P10) dari sebuah distribusi










Dampak Pertumbuhan Akar Terhadap Limbah Deterjen

Dampak Pertumbuhan Akar  Terhadap Limbah Deterjen

Tujuan                         : Mengamati perkembangan akar bawang terhadap limbah deterjen
Alat  dan bahan:
Alat      : Gelas plastik air mineral 7 buah
             Tusuk gigi  7 tusuk
             Kertas untuk lebel secukupnya
Bahan   : Bawang merah  7 buah
              Deterjen soldin dan daya
Cara  Kerja       :
·         Sediakan bawang  merah sebanyak 7 buah
·         Sediakan larutan deterjen yang sudah disediakan dimasukan dalam gelas air mineral
·         Tusuk bawang merah dengan tusuk gigi
·         Dan masukan bawang yang telah ditusuk ke dalam gelas air mineral yang telah di isi  air diterjen
·         Amati setiap 5 hari sekali.





Data  Pengamatan

No
Larutan
Pengamatan
Pengamatan
Pengamatan


5 hari
10 hari
14 hari
1
Air  biasa
Akar bawang  mulia tumbuh sekitar 1 cm
Tunas bawang mulai tumbuh dan akarnya sepanjang 1,5 cm
Daun pada bawang mulai tumbuh dan akarnya sepanjang 2 cm
2
0,5 sendok teh Daia
Kulit bawang mulai menghitam
Bawang mulai membusuk
Bawang sudah busuk
3
2,5 sendok  teh  sokl
Akar mulai tumbuh
Akarnya kira-kira mencapai 1,5 cm
Akarnya mencapai  2 cm
4
1 sendok teh Daia
Kulit bawang mulai menghitam
Bawang mulai membusuk
Bawang sudah busuk dan airnya berkurang dari sebelumnya.
5
3 sendok the soklin
Akar mulai tumbuh
Akar mulai tumbuh  sepanjang 2 cm
Akarnya mencapai 2.3 cm dan airnya berkurang dari sebelumnya
6
2 sendok  the daia
Kulit bawang mulai menghitam
Bawang mulai membusuk dan airnya mulai berbau
Bawang sudah busuk, airnya berkurang dari sebelumnya dan bau
7
3,5 sendok teh soklin
Akar mulai tumbuh
Akar mencapai 2,5 cm
Akarnya sudah mencapai  3cm dan airnya berkurang dari sebelumnya.



Pembahasan
Limbah dosmestik yang selama ini sering digunakan dalam kehidupansehari-hari adalah diterjen  mengandung suffaktan,builder, filer dan aditif . dua bahan terpenting dari pembentuk deterjen  yakni suffaktan dan builder  di identifikasi mempunyai pengaruh langsung  dan tidak langsung terhadap manusia  dan lingkungannya. Percobaan ini mengunakan tanaman bawang merah karena bawang merupakan salah satu tanaman  yang sangat mudah diamati dan tahapan pembelahan sel –nya bisa terlihat jelas, bagian yang digunakan adalah akar karena  pada akar primordial merupakan merestem yang masih berkembang dengan baik sehingga masih mudah  untuk diamati.
Rangkuman
Deterjen secara langsung dan tidak langsung dapat merusak lingkungan sekitarnya.






Contoh cara mencalonkan diri menjadi ketua osis

Calon Ketua Osis SMPN 5 Lhokseumawe
Priode 2015/2016

3X4
 
 6
Nama : Rizka Putri
Kelas    : VIII-2
Wali Kelas       : Ibu Yusnidar Ramli SPd

Saya inggin mencalonkan diri sebagai ketua OSIS di SMPN 5 Lhokseumawe ini, adapin sedikit visi dan misi saya .
Visi      :
            Terciptanya siswa/I SMPN 5 Lhokseumawe yang pintar mandiri , kreatif, inovatif dan juga bertanggung jawab dalam mengembangkan budaya bangsa, dan juga tanggap terhadap kemajuan ilmu pengetahuan  dan teknologi dan yang di landasi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Misi     :
·         Menumbuh kembangkan keimanan  dan ketaqwaan kepada Allah SWT
·         Menjaga kebersihaan lingkungan sekolah
·         Meningkatkan kedisiplinan siswa dalam berbagai kegiatan
·         Menciptakaan organisasi yang SMART ( Sigap, Menarik Antusias, Rajin dan teliti)
Pilihlah  Rizka Jadi OSIS-mu yang pasti bias membanggakanmu, jangan kau salah pilih yang lain, jadi pilihlah Rizka???

COBLOS  NOMOR URUT 6


BEntuk Kerja Sama


TUgas  IPS

Nama              : M. Liandikhan
Kelas               : V- C
Pelajaran         : IPS
No
Bentuk  Kerja Sama
Kepanjangan
Keterangan
1
ASEAN
Association of Southeast Asian Nations
Organisasi yang bertujuan mengukuhkan kerja sama  regional Negara-negara di Asia Tenggara
2
AFTA
Asean Free Trade Area
AFTA adalah adanya kesepakatan untuk menghapuskan semua biaya masuk impor barang bagi negara Singapura, Indonesia, Malaysia, Brunai Darussalam, Philippines, dan Thailand pada tahun 2010. Tujuan AFTA adalah Untuk meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia dan Untuk menarik investor asing dan meningkatkan perdagangan antarnegara anggota ASEAN.

3
ADB
Asian Development Bank
 (ADB) adalah sebuah bank internasional yang berkantor pusat di Filipina yang membantu pertumbuhan sosial dan pertumbuhan ekonomi di Asia dengan cara memberikan pinjaman kepada negara-negara miskin.Tujuan ADB (Asian Development Bank) :
1. Menyokong investasi modal pemerintah maupun swasta di wilayah Asia untuk tujuan-tujuan pembangunan.

2. Memanfaatkan sumber-sumber daya yang tersedia untuk membiayai pembangunan, dengan memprioritaskan wilayah dan sub-wilayah Asia, berupa berbagai proyek dan program regional yang berperan secara efektif terhadap pertumbuhan ekonomi yang selaras di wilayah tersebut secara keseluruhan. Dan yang sangat diutamakan adalah kebutuhan dari negara-negara kecil atau negara-negara yang sulit berkembang di wilayah Asia.


4
APEC
Asian Pasific Economic
Coorporation
 APEC adalah merupakan organisasi kerjasamaekonomi regional di kawasan Asia Pasifik. APEC pertamakali dibentuk pada tahun 1989, saat pertemuan tingkat menteri Negara-negara Asia Pasifik diadakan di Canberra, Australia. APEC adalah forum ekonomi untuk meningkatkan kerjasama dan liberalisasi perdagangan yang meliputi semua ekonomi besar di wilayah Asia Pasifik. Perwakilan dari Negara-negara anggota APEC yang berjumlah 22 anggota, bertemu secara tahunan untuk mendiskusikan isu-isu yang dihadapi kelompok tersebut. Pertemuan tersebut terakhir kali dilaksanakan di Beijing, China (KTT APEC ke 26).
5
EU
European Union Union
EU atau Uni Eropa adalah organisasi kerja sama regional di bidang ekonomi dan politik negara di Eropa. Pembentukan EU berawal dari penandatanganan Traktat Roma tentang pendirian komunitas energi atom (European Atomic Energi Community) dan komunitas Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).
6
EFTA
(European Free Trade Associati).
Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (European Free Trade Association) didirikan tanggal 3 Mei 1960 sebagai sebuah block dagang - alternatif untuk negara Eropa yang tidak mampu, atau memilih tidak untuk bergabung dengan Komunitas Ekonomi Eropa (EEC) (sekarangUni Eropa (EU)).
Tujuan didirikannya EFTA adalah untuk mengadakan perdagangan bebas antar negara anggota dan mendorong perdagangan bebas sebagai sarana untuk mencapai pertumbuhan dan kemakmuran di antara negara-negara anggotanya.
EFTA membawa sejumlah dampak positif bagi perdagangan dan pertumbuhan ekonomi kedua pihak. Walaupun pertumbuhan ekonomi tidak hanya dilihat dari tingkat ekspor-impor suatu negara tetapi tingkat ekspor-impor negara-negara yang melakukan kerja sama internasional di bidang ekonomi khususnya perdagangan bebas mengalami peningkatan tiap tahunnya.



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog lussy Chandra - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger